Ini cerpen yang gue bikin pas jaman SMP hahaha masih berantakan bahasanya. Tapi sedikit cerita ini nyerempet sama kisah cinta gue jaman itu cuma sedikit gue tambahin sih biar ga ketauan kalo jaman itu gue udah ngerasain galau. Hahaha alami menurut gue sih, read and enjoy :)
----
Kelas 3-2…
Batin Chevry yang pada tahun ajaran baru ini pindah dari SMP Mandala di
Surabaya ke SMP Harapan Mulya di Jakarta setelah mendengar penjelasan dari
Kepala sekolahnya yang baru.
“ Jadi saya akan duduk dikelas 3-2,
Pak?” Tanya Chevry polos.
“ Iya, Mari saya antar.” Ajak Kepala
sekolah ramah.
vvv
“ Wan,
Wandy!!!” teriak Sofi dari lapangan memanggil sahabatnya yang bengong di
koridor kelasnya.
“ Kenapa Sof?...” Tanya Wandy bingung
sambil berlari kearah Sofi.
“ Mmm… Cuma manggil doang!!Hahahaha…”
kata Sofi geli melihat muka sahabatnya yang enak banget buat dikerjain.
“ Kurang ajar lo!!Ke Kantin yuk
Sof…!!” ajak Wandy sambil menggandeng tangan Sofi.
Eittss…jangan salah paham dulu dong! Mereka
Cuma bersahabat kok. Bermula dari peristiwa outbond Kelompok Ilmiah Remaja
sekolah yang mengharuskan mereka satu kelompok. Dan mulai pada saat itu mereka
memutuskan untuk jadi soulmate sahabatan. Sofi sering curhat ke Wandy dan
sebaliknya Wandy selalu curhat ke Sofi.
vvv
“ Ini kelas
kamu Chev… tidak usah takut kamu rileks aja ya!Ya sudah saya mau kembali ke
ruangan saya.” Kata Bapak kepala sekolah menunjukan kelas Chevry.
“ Oh…iya Pak, terima kasih atas bantuannya!”
kata Chevry.
“Halo cewe …”goda cowok-cowok kelas
3-2 setelah kedatangan bidadari cantik yang nggak lain adalah Chevry.
“ Hai cewek! Anak baru ya??Mmm…kenalan
dong?” kata salah satu cowok menghampiri Chevry.
Chevry
tersenyum dan,” Nama gue Chevryna, lo semua bisa panggil gue Chevry kok!Dah
ya!”
“ Hai, belum dapet tempat duduk ya?”
kata salah seorang cewek yaitu Sofi sambil tersenyum ramah.
Chevry balas senyum,” Mmm…iya, tempat
kamu kosong? Aku boleh nggak duduk disini?”
“ Ya udah gue seneng kok,lagian gue
udah lama nggak dapet temen sebangku soalnya temen sebangku gue yang dulu dah
pindah…”
“ Makasih ya!”
Mereka berdua ngobrol akrab banget
kayak udah temenan 5 tahun…
Tet…tet…tet… bel masuk bernbunyi
“ Eh udah masuk, oiya lo dah tau
pelajaran hari ini apa aja?” kata Sofi
“ Udah sekarang pelajaran bahasa
inggris kan?
Bu Ami khan yang ngajar?”
“ Yee… Bu Arni tau bukan Bu Ami!!”
“ Hahahahahahahaha…” mereka tertawa
bersama.
vvv
Pas istirahat…
“ Chev, ke kantin yuk! Makanan disana
enak-enak lho! Oh,iya sekalian gue kenalin sama bestfriend gue di kelas 3-1
namanya Wandy!”
“ mmm…ayo!!” kata Chevry sambil
menggandeng Sofi.
vvv
“ Van, Wandy
ada nggak?” Tanya Sofi sama salah satu penghuni kelas 3-1.
Vanny langsung melongok kedalam dan
teriak-teriak,”WANDY, WANDY!!! Ada Sofi tuh!”
“ Yaelah… biasa
aja kali Van, Gue belom budeg tau!” kata Wandy sambil menghampiri Sofi dan
Chevry.
“ Wan, kenalin dong! Nih temen baru
gue… namanya…”
“ Chevryna, tapi panggil aja chevry!”
kata Chevry ramah.
Wandy menatap dalam Chevry, seakan ada
yang ngebisikin…“ Woiii… ini loh yang bakal jadi cewek pertama lo!!”
“ Ohh… Cantik? Upsst… Chevry!!” kata
Wandy sambil mukul-mukul mulutnya.
Ada
rasa kecewa dimata Sofi. Dia sedikit nggak rela ngeliat Chevry sama Wandy
tatap-tatapan kayak gitu.
“Ehemm…ehem…. Udah ya kenalannya ke
kantin yuk Chev!” ajak Sofi sambil menggandeng tangan Chevry kasar.
“ Woi… Sof, gue ikut dong!!” teriak
Wandy sambil berlari mengejar Sofi dan Chevry.
“ Heh! Ngapain lo ikut? Ini kan acaranya girls only!!” kata Sofi sewot ngeliat
Wandy yang daritadi jalan disamping Chevry.
“ Dahlah Sof, nggak apa-apa… Lagian juga biar gue
dapat teman lebih banyak.”
“ Tuh… Sof, Chevry aja ngizinin…” kata
Wandy ngeledek.
“…”
vvv
Di
kantin…
“ Lo mau pesen apa Chev?” Tanya Sofi
“ Mmm… gue mau pesen…?”
“ Nggak nanya lo WANDY!!”
“ Gue pesen sendiri deh…” tolak Chevry
halus.
“ Eh… biar gue aja yang pesenin ya?”
tawar Wandy sok baik.
“ Eh… biar gue yang nentuin… HARI INI
KITA MAKAN SOMAY, oke?”
“ Ya, gue setuju!” Chevry melonjak
gembira setelah tau kalo ada makanan kesukaannya di sekolah ini.
“ Ah… gue lagi pengen ketoprak!!”
Wandy nyanggah tanda nggak setuju.
“ Ya udah anda pesan aja makanan anda
sendiri!” ledek Sofi.
vvv
Bel pulang udah
teriak-teriak dari 30 menit yang lalu. Tapi Bu Dewi tetep PEWE sama pelajaran Matematika-nya.Meskipun penghuni-penghuni kelas
3-2 udah pasang tampang loyo, tapi anehnya Bu Dewi masih fine-fine aja. Mimik wajah mereka berubah setelah keluar
kalimat-kalimat ajaib dari mulut Bu Dewi.
“ Anak-anak, Ibu cukupkan pelajaran
hari ini.” Kata Bu Dewi sambil keluar kelas.
“ Yeeeee…… Akhirnya berakhir sudah
penderitaanku!” kata Sofi bahagia.
Chevry Cuma bisa geleng-geleng kepala.
Pelajaran matematika tuh penting, batinnya.
“ Sofi… Sofi…” teriak Wandy dari pintu
kelas manggil-manggil namanya pake nada
lagu Cinta Pertama (Sunny)-nya BCL dan menghampirinya.
“ Hahahahahaha.” Chevry Cuma bisa
ketawa ngakak abis Wandy pede banget nyanyi tapi suaranya kayak kaleng rombeng.
“ Ih… Siapa ya? Nggak kenal tuwh!!!”
kata Sofi sambil bercanda.
“ Pulang yuk!!” ajak Wandy.
“ Oh, ntar dulu.” Sofi mengalihkan
pandangannya kearah Chevry,” Chev, rumah lo dimana?”
“ Rumah gue? Gue tinggal di Apartemen
Permata Hijau.” Kata Chevry.
“ Oh… rumah eh apartemen PH, berarti
kita beda arah dong ya?” Tanya Wandy tulalit.
“ Wandy Zaky Pratama, dari jamannya
ayam bertelor juga Permata Hijau sama rumah-rumah kita tuh beda arah.” Kata
Sofi sambil nempeleng kepalanya Wandy,” Dasar oOn!!”
“ Ya… udah deh, gue pulang duluan ya?”
kata Chevry yang udah ngeloyor pergi sebelum dijawab sama Sofi dan Wandy.
“ Wan, anterin gue yuk!!”
“ Kemana?” Wandy ogah-ogahan
“ Ke Gramedia, cari novel baru, yah
plisssss…!!” kata Sofi, tampangnya melas banget.
“ Iya… iya…!” kata Wandy terpaksa.
vvv
Di Gramedia…
“ Wan, gue cari novel dulu ya, lo kalo
mau liat-liat kaset nggak apa-apa kok.” kata Sofi yang kemudian langsung lari
ke tempat novel. ”NOVEL I’m coming!!!” teriak Sofi udah kayak wong ‘ndeso. (Hehehehe)
“ Malu-maluin banget sih loe!!” batin
Wandy.
Sofi liat daftar novel new release dan dia nemuin judul yang
panjang banget, nggak terlalu panjang sih tapi khan dalam sejarah judul novel
nggak ada novel panjang yang judulnya “ Inginku bukan hanya jadi temanmu.” Kata
Sofi dalam hati. Abis liat daftar, Sofi langsung beringsut ke rak buku, dan
mencomot ( kayak makanan aja dicomot-comot ) buku dengan judul panjang itu yang
mirip sama judul lagu-nya Yovie and the
nuno.
“ Sof, udah belom?” kata Wandy sambil
menepuk bahu Sofi.
“ Ih… Kaget tau!!!” bentak Sofi pada
Wandy yang emang udah mau bikin jantung Sofi lari dari tempatnya.
“ Sorry… makan yuk gue laper!” ajak
Wandy sambil meggangin perutnya sendiri.
“ Oh… ya udah, tapi gue makan es krim
aja ya. Coz nyokap gue kan pastinya udah masak,
kasian dong kalo masakannya gue cuekin?”
“ Ya… deh ayo lo bayar dulu!”
vvv
Di food court…
“ Baca apaan lo?” Tanya Wandy sambil
melahap makanannya kayak orang belum makan 3 hari.
“ Oh, ini… Novel-lah, ingatan lo masih
pulih kan?”
Wandy menghentikan aksi makan ala belum
makan 3 hari-nya,” Maksud gue judulnya and ceritanya tuh kayak gimana?”
“ Besok aja deh gue ceritainnya, gue
lagi PEWE baca neh!” kata Sofi.
Tangan kirinya megang novel, tangan kanannya megang sendok, mulutnya masih
belepotan es krim, tapi matanya lincah banget mengikuti setiap kalimat-kalimat
novel yang dibacanya.
vvv
“ Duluan ya,
Wan?” kata Sofi sebelum turun dari mikrolet.
“ Ati-ati ya mbak!!” Kata Wandy yang
hanya dibales senyuman sama Sofi.
Hhh… Wan, I hope you’ll be my boy friend forever!! Batin Sofi sambil jalan
menuju rumahnya yang Cuma 500 meter dari depan gang.
vvv
“
Assalamualaikum!!!!” teriak Sofi udah melebihi suara TV yang lagi ditonton sama
Bunda-nya.
“ Walaikumsalam! Gak usah pake
teriak-teriak dong!!” omel Bunda
“ Sorry deh Bun, Bunda masak apa? Sofi
udah laper banget nih!!”
“ Ck,ck,ck… Kamu itu?! Ya udah liat
aja dimeja makan, tapi sebelum makan ganti baju dan cuci tangan dulu loh!”
“ Iya…”
vvv
“ Iya… ntar aku
telpon lagi ya!!” kata Chevry sambil menutup handphone-nya.
Chevry melangkah menuju balkon
apartemen-nya. Dilihatnya pemandangan mobil-mobil yang merayap, orang-orang
yang lagi nyebrang dan pengamen-pengamen yang mondar-mandir dari satu mobil ke
mobil lainnya yang malah nambah sumpek ditengah kemacetan. “ Membosankan!!!”
teriak Chevry dalam hati. Chevry masuk lagi dan mengambil majalah dimeja TV.
Chevry membolak-balik majalahnya kasar.
“ BETE……” teriaknya sambil masuk ke
kamar mengambil postman bag-nya, dompet, dan handphone. Dia menulis memo didepan
pintu kamarnya.
Mam,
aku ke rumah temen.
Plg jam 7 mlm, klo
mami
khawatir telp hp-ku
aja!
Your daughter…
^.^
Loveria
Chevryna…
vvv
Jam di kamar
Wandy udah nunjukin jam 5 sore, Wandy masih sibuk genjrang-genjreng Gajebo gitarnya
sambil ngelamun.
“ Wan, Wandy!!” teriak mamanya sambil
masuk kamarnya sekaligus membuyarkan lamunan dan genjrang-genjreng gitar
gajebonya.
“ Ya… ma?”
“ Anterin mama belanja yuk!”
“ Yah, emang mbak Sinta kemana sih?”
kata Wandy males.
“ Mbak Sinta masih kuliah dong, dia
kan kuliah pulang malem. Ayo kamu boleh bawa mobil deh.”
“ Ya... udah deh!” jawab Wandy sambil
berjalan keluar kamar.
vvv
Sofi
sibuk baca novel di kamarnya. Seakan dia udah terbawa ceritanya si novel ajaib
itu. Kadang dia ngomong sendiri, “ uh so…
sweet.” Ujarnya sambil gigit-gigitin bantalnya.
“ Sof, sofi!!” teriak ayahnya dari
lantai bawah.
Sofi langsung loncat dari kasurnya dan
turun ke lantai bawah.
“ Kenapa, yah?”
“ Ini ada teman ayah sini dong!” ajak
ayahnya ke ruang tamu yang udah dipenuhi orang-orang yang nggak dikenalnya.
Yang dia kenal Cuma bundanya dan kakaknya Mas Sofyan. Ada laki-laki setengah baya beserta istrinya
dan anak laki-lakinya yang masih sepantaran sama Sofi. Sofi mencium tangan
bapak-bapak sama ibu-ibu yang tidak dikenalnya dan salaman sama anak
laki-lakinya yang namanya Julian. Sofi cukup lama disana hampir 2 jam karena
harus ikutan ngobrol sama orang-orang tua kecuali Julian yang daritadi diem
aja, entah dia jaim, entah dia tulalit dan nggak ngerti sama omongan orang-orang.
vvv
Wandy udah
capek dari tadi ngikutin nyokapnya bela-beli kebutuhan rumah tangga.
“ Ma, Wandy liat-liat kaset dulu ya ke
Toko kaset?” ujar Wandy sambil lari.
Mamanya Cuma bisa ngangguk-ngangguk sambil milih-milih daging.
Wandy Lansung ke tempat tujuan. Wandy keluar
dari Hero, kemudian naik eskalator ke
lantai 2. Dan akhirnya sampai ke Disctarra.
Wandy liat-liat kaset jazz dan dia ngeliat kaset maliq & d’ essentials yang baru dan
langsung mengambilnya. Waktu mau bayar Wandy ketemu sama Chevry yang kebetulan
juga mau bayar.
“ Chev, sama siapa kesini?” Tanya
Wandy sambil megang pundaknya Chevry.
Chevry tersentak kaget tapi langsung nengok
dan senyum, kayak biasanya senyumnya manis banget,” Eh, Wandy! Gue sendiri nih,
bete di apartemen. Ya, udah gue kesini. Lo sendiri sama siapa?”
“ Mmm… Gue sama nyokap, tapi nyokap
kayaknya masih lama belanjanya. Oiya, lo abis ini kemana, Chev?”
“ Kayaknya nggak kemana-mana deh,
emang kenapa?”
“ Ke Starbuck dulu yuk!” ajak Wandy sambil refleks megang tangan Chevry.
“ Boleh… boleh, tapi lepasin tangan
gue dong yah hahaha” kata Chevry mengingatkan.
“ O…eh… maaf ya! Ya udah gue bayar cd
dulu ya.” Ujar Wandy gagap.
Chevry Cuma bisa senyum malu-malu.
vvv
“ Ahh… akhirnya
bisa bebas lagi!!!” kata Sofi sambil menghempaskan tubuhnya ke kasurnya dan mengambil
novel ajaibnya dibawah bantal.
Lagi enak-enaknya baca, lagu She will be love-nya Maroon 5 bikin berisik kamarnya Sofi,
sumbernya nggak lain adalah dari handphone-nya. Dengan langkah terpaksa Sofi
langsung mengambil handphone-nya dimeja belajar dan menekan tombol jawab.
“ Halo?”
“ Woiiiii…… Sofi my girl!!!” jawab orang yang diseberang yang ternyata adalah wandy.
“ Ngapain loe?? Tumben banget nelpon
ke hp gue!?”
“ Mmm… Sof, gue… gue… su… suka sama
lo!!”
“ WHAT??Are you kidding?”
“ Ya iyalah gue bercanda, mana mungkin
gue suka sama sahabat gue sendiri, gue tuh suka sama Chevryna. Tadi gue ke Starbuck bareng dia, nggak sengaja
ketemu sih. Daripada sia-siain kesempatan, gue ajak aja ke Starbuck!!!” kata Wandy sambil ketawa.
Entah kenapa badan Sofi langsung
lemes, pipinya serasa ditempeleng 1000 umat. Apakah Sofi sayang sama Wandy?
Tapi kalo nggak ngapain dia ngerasain hal ini?
“ Halo?? Sof, Sofi…” kata Wandy
menyadarkan Sofi.
“ Oh, ya udah… selamat ya! Akhirnya lo
bisa suka sama cewek!! Hahahahahahaha.” Kata Sofi sambil ketawa garing, mukanya
keliatan jelek banget sekarang.
“ Sialan lo! Comblangin gue dong!!”
Jederrrr………
“ Apa? Comblangin?”
“ Iya… Lo kan temen baik gue… Plisss………”
“ Iya… besok kita terusin lagi ya!Gue
udah ngantuk…”
“ Apa?? Biasanya juga lo suka
begadang, masih jam setengah 9 tau!!!”
“ Emang nggak boleh ya tidur jam
segini!?” kata Sofi sambil menutup handphone-nya.
Airmata Sofi langsung mengalir dengan
sendirinya, lama-lama makin deras. Sofi melempar apa saja yang ada di tempat
tidurnya termasuk novel-nya, Novel yang berjudul “inginku bukan hanya jadi
temanmu”.
vvv
Sofi males
sekolah hari ini, tapi karena ada ulangan matematika, terpaksa deh. Sofi dandan
apa adanya, bajunya keluar, kaos kakinya panjang sebelah. Percuma dia dandan
cantik, pangeran pujaannya sayang sama orang lain. Dia jalan cuek disepanjang
koridor menuju kelasnya.
“ Sof, Sofiiii……!!” teriak Wandy
sambil berlari mengikuti Sofi.
“ Ngapain lo?” Tanya Sofi pandangannya
masih lurus kedepan.
“ Lo tuh yang ngapain??? Jelek banget
tau!!”
Sofi menghentikan langkahnya,” Apa??
Gue dandan cantik juga nggak ada yang peduli. Mendingan jelek aja sekalian.”
“ Sof, lo marah ya sama gue?”
“ Ngapain gue marah sama lo, dalam
rangka apa?” kata Sofi suaranya lirih, matanya berkaca-kaca.
“ Sumpah Sof, gue emang sayang sama
Chevry.” Kata Wandy sambil
menggoyang-goyangkan tubuh mungil Sofi.
“ Lo
sayang sama gue, Wan??” kata Chevry yang nggak sengaja lewat dan mendengarkan
pembicaraan mereka,”Sorry Wan, tapi gue nggak bisa mengkhianati tunangan
gue yang di Surabaya.
Gue udah lama dijodohin sama orangtua gue, sama anaknya sahabat bonyok gue”
Kata Chevry sambil berlalu meninggalkan mereka berdua.Tunangan?
Wandy langsung refleks bersandar pada
tiang koridor dan terduduk lemah. Sofi menghampiri BFF-nya ( Boy Friend Forever
).
“ Sof, kenapa sih? Sekalinya gue
sayang sama cewek tapi cewek itu malah udah punya co… eh, tunangan. Waktu dulu
juga, sekalinya gue cinta sama cewek dia malah PEWE jadi sahabat gue.” Kata Wandy sambil nangis.
“ Emang lo cinta sama siapa? Kok lo
nggak pernah cerita sih!” kata Sofi sambil nyubit tangan kirinya Wandy.
“ Aduhhhh…sakit…… gue… cinta sama
orang yang ada didepan gue.” Kata Wandy sambil menatap Sofi lama.
“ Lo cinta sama gue?” Tanya Sofi untuk
memastikan, ” Wan, sebenernya gue
juga punya perasaan yang sama.Tapi gue takut persahabatan kita dan kedekatan
kita malah jadi canggung.”
“ Ya udah gue jadi Boy Friend Forever lo aja ya, dan lo
jadi Girl Friend Forever gue!!
Janji?” ujar Wandy sambil mengangkat jari kelingkingnya, begitupun Sofi.
“ Persahabatan itu lebih abadi.” Kata
Sofi kemudian.
Wandy dan Sofi berdiri lalu berjalan
beriringan seperti biasa mereka jalan bergandengan sambil bercanda-canda.
Akhirnya mereka sadar kalo persahbatan mereka lebih abadi dibandingkan dengan
apapun, terlalu berharga buat dilepaskan.
“ Hahahahahaha… Sof, kalo gue nembak
lo gimana?”
“ Gue tolak mentah-mentah!!”
“ HaHahahahahahahahahahahaha.” Mereka
tertawa.
.....Tamat....


0 komentar:
Posting Komentar